berbagi

Month

January 2013

1 post

“Kita ajari mereka bekerja keras untuk bersedekah. Bukan bersedekah untuk memperoleh harta yang lebih banyak.” —Mohammad Fauzil Adhim dalam bukunya “Saat Berharga untuk Anak Kita.”
Jan 23, 20131 note

November 2012

2 posts

Play
Nov 27, 20121 note
“Pergilah untuk kembali, mengembaralah untuk menemukan jalan pulang. Sejauh apa pun kakimu melangkah engkau pasti akan kembali ke titik awal.” —

Paulo Coelho (via retnovitadk)

kalo ga salah, ini kata-katanya di novel The Alchemist. Cool!

Nov 13, 20121 note

October 2012

2 posts

“وَقَدْ مَكَرُوا مَكْرَهُمْ وَعِندَ اللَّهِ مَكْرُهُمْ وَإِن كَانَ مَكْرُهُمْ لِتَزُولَ مِنْهُ الْجِبَالُ And they have indeed planned their plan, but their plan is with Allah, though their plan was such that the mountains should pass away thereby.” —QS. Ibrahim:46
Oct 25, 2012
Oct 5, 20121 note

September 2012

4 posts

Play
Sep 27, 2012
“Don’t waste time on jealousy. Sometimes you’re ahead, sometimes you’re behind.” —Mary Schmich
Sep 26, 2012
Sep 21, 20123,232 notes
“Ujian itu memang berat. Selayaknya kita berjalan di jalan tanjakan, berat, tetapi terus naik dan tinggi. Maka, jangan bangga jika hidup kita tenang dan damai, bahkan mulus sekali. Jangan-jangan kita sedang berjalan di jalan turunan. Nikmat, tetapi terus turun.” —Jakarta, 21 September 2012
Sep 21, 201227 notes

August 2012

7 posts

Pramuka jaman sd

Ponakan gw sekarang ikutan pramuka. Jadi inget, jaman dulu itu gw pemimpin regu kelompok Bunga Sepatu. Keren lah yaa.. Setiap mulai upacara, pasti pemimpin regu harus lapor ke pemimpin upacara, apakah kelompoknya sudah siap atau belum.

Kebetulan kelompok gw biasanya paling ujung kiri ditempatinnya. Nah, laporan dimulai dari kelompok paling kanan.

“Lapor, Melati siap!”

“Mawar siap!”

“Teratai siap!”

“Kana siap!”

Dan terakhir gw: “SEPATU siap!!”

*Ngeekkk.. Zzzz…*

“Laporan selesai!”

Aug 31, 2012
Play
Aug 28, 20121 note
Penutup Ramadhan
  • Gw: dede bilqis, siram taneman ya!!
  • Dede: *ke belakang dan bilang* ammah, selangnya bocor. *dan dia pun ga jadi nyiram*
  • Gw: Mbak athira (ponakan gw), siramin taneman belakang gih.
  • Athira: Tapi aku ga tau takarannya, maaah..
  • Gw: zzzz.... *ada ada aja alesan buat ga ngerjain tugas rumah*
  • : Akhirnya gw pun ke halaman belakang dan menyiram tanaman. Dan, kondisi selang pun baik-baik saja. Ketekuk sedikit sih. Mungkin ini yang dibilang ponakan gw dengan 'bocor'. Ah ponakan gw ini yeee.. Jaman dulu kayaknya gw ga sejago ini bikin alesan aneh2. Tapi, rasanya indaaaah banget menutup Bulan Ramadhan dengan menyiram tanaman. Menyiram tanaman itu seperti mewarnai pemandangan di depan mata. Ternyata Allah mau ngasih gw kenikmatan yang lebih di penghujung Ramadhan ini. Makasih ya Allah :')
Aug 19, 2012
“Sekeren apapun seorang lelaki di dunia ini, pasti jelas lebih keren ibunya.” —Selamat lahir, TANGGUH LANGIT MAHAJUNA!
Aug 14, 2012
“… Tidak ada yang merasa aman dari siksaan اَللّهُ selain orang-orang yang rugi.” —QS. Al-A’raaf [7]:99 —> menohok! Jleb!
Aug 12, 20121 note
Play
Aug 5, 20124 notes
Belajar dari assabiqunal awwaluun

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Alhamdulillah, akhirnya diberi kesempatan juga buat nulis di sini. Ingin berbagi kisah tentang saudara kita di UiTM Malaysia.

Suatu siang, tiba-tiba nafisah ditelepon sama Ibu Diedha, untuk menemani tamu-tamu dari Malaysia. Tanpa pikir2 banyak, terima aja. Lumayan, tambah temen. Dari telepon itu, berlanjut lebih serius, sampe-sampe naf diminta membuatkan planning kegiatan mereka selama di bandung dan membuat anggaran pengeluarannya. Wow! Berasa travel agent banget. Agak kesel sebenernya, ko ribet banget sih? Hingga suatu hari dibuat makin kesel oleh sms si teteh2 yang minta tolong dari jakarta, beliau bilang, “Nafisah diminta menghubungi Pak Budi sekarang.”

Ha?? Siapa lagi tuh Pak Budi? Gw disuruh telepon dia? Ini kenapa gw jadi disuruh2 begini sih?! Emosi.

Tapi, setelah telepon, ternyata beliau ini adalah Pak Budi Faisal, dosen Arsitektur ITB, dan tamu yang akan datang dari Malaysia itu salah satunya adalah keponakannya. Baiklah. Saya malah senang dan tenang bisa tahu kalau ini ada hubungannya sama Pak Budi Faisal. Pak Budi ini adalah salah satu dosen yang insyaallah masih terus menjadi aktivis dakwah kampus.

Tibalah di hari H, tanggal 31 Juli 2012. Nafisah masih di Jakarta, saat waktu sahur. Dan, jam 6 pagi, naf berangkat menuju Bandung. Sesampainya di Salman, naf disambut dengan Herafi, Nadiah, Shabrina, Amal, dan Yuni. Emang sebelumnya naf minta Herafi untuk ngajak temen2 lainnya buat menyambut tamu ini. Ditunggu.. mereka belum datang juga. Hingga akhirya ada rombongan akhwat-akhwat berlima, jalan menuju tempat kami duduk.

“ini tamu yang dari Malaysia?”

“Iya.., Nafisah?” tanya nya, memastikan.

“iyaa…”

“Assalamu’alaykuuuum…”

Wah, indahnya kami langsung disambut hangat dengan jabat tangan dan peluk mereka. Dan, kami dibingungkan dengan cipikacipiki mereka. Ya, mereka melakukannya 3 kali. Pipi kanan, kiri, lalu kanan lagi. Pelajaran pertama.

 Dari sana, kami langsung menuju ke dalam kampus ITB. Di sepanjang jalan, kami berbincang, dan diselingi dengan foto-foto juga pastinya. Hehe.. *yang anak ITB berasa tamu juga kali ya*

Oh iya! Tamu yang dari Malaysia ini, ada 4 orang. 1 orang lagi yang tadi di Salman adalah istrinya Pak Budi Faisal, kami menyebutnya “Tante Ayu.” Usia keempat mahasiswa ini masih 20 tahun. Di kampusnya, mereka akan naik ke tingkat 3 setelah exam ini. Mereka semua dari jurusan Accountancy. Keempat orang ini bernama Mira, Afiqah, Syameem *ponakannya Pak Budi*, dan Syifa. Dan mereka ini adalah aktivis dakwah di kampusnya, UiTM *lihat lebih jelas di sini http://www.uitm.edu.my/index.php/en*

Akhirnya, kami berhenti di selasar farmasi lantai 2, duduk, lalu memulai perbincangan. Dibuka dengan naf ;) *nasib yang paling tua*

Cerita dimulai dengan sharing bagaimana ceritanya kami semua bisa tergabung dalam kegiatan dakwah ini. Sungguh manis, katanya.

“awalnya, Mira takut begabung di dalam usrah ini. Kerana *mau sok2an pake bahasa melayu*, Mira tahu, setelah kita masuk, kita harus commit. Harus bisa meninggalkan activity lain saat ada usrah, harus merelakan tidak pulang ke rumah saat weekend, harus mau mencuba berubah. Dan Mira senang sekali saat suatu weekend, Mira tak bisa pulang ke rumah orang tua karena ada usrah. Dan saat itu orang tua mengizinkan, bahkan mendukung Mira untuk datang usrah. Indah sekali rasanya.. Manis.” Mata Mira mulai berkaca-kaca saat itu. Dan entah kenapa, aku langsung merinding. *gaya bahasa mulai kayak novel*

Ya, tapi benarlah. Rasanya memang manis. Pasti.

 Ada kisah menarik juga, saat Ibu Herafi bercerita tentang kisahnya. Share di sini ya, Her! *kedip mata*

“Saat Herafi mulai menggunakan jilbab panjang, pakai rok, punya buku-buku tentang Islam di kamar. Saat itu juga ada tragedi bom bali. Dan Ibu Herafi mulai memeriksa semuanya. Sepulang dari liqo, buku catatan diperiksa. Buku-buku Islam yang ada di kamar, diperiksa. Bahkan dilarang pakai jilbab warna hitam, dan jilbab tidak boleh lebar-lebar.” Cerita Herafi. *maap yak kalo redaksinya ga tepat. Intinya begitulah ceritanya.*

Setelah itu, dari teman-teman ITB, menceritakan bagaimana dakwah kampus ITB. Dan mereka pun takjub. Mereka bilang, “wah, hebat sekali ya. Kalau kami di sana, jumlahnya masih sangat sedikit. Tapi kami yakin, suatu saat kampus kami akan seperti kalian. Mungkin saat anak-anak kami belajar di sana.” Subhanallah.. memang mereka ini adalah Assabiqunal Awwaluun.. Perjuangan mereka memang lebih besar dari kami. Pengorbanan mereka pun pasti begitu. Beda sekali dengan Kami yang di ITB ini, yang tinggal merasakan manisnya perjuangan kakak-kakak kami. Tapi masih sering mengeluh! :’(

 Di akhir obrolan kami, iseng-iseng kita sharing tentang rencana kami selanjutnya. Daaaaan.. Semua terkejut! Saat Syameem bilang, “Insyaallah tahun depan akan kawin.” Wele-weleee… Yang tua-tua langsung pada ga tenang mukanya. Ahahaha.. Mulai keluar kalimat, “doakan Kami segera menyusul..”

Dan Syameem bilang, “sudah isi borang kah? *borang=formulir*”

“Wahahahaa.. sama ternyata.. Proposal!” ;) suasana semakin cair. Cekakakcekikik ibu-ibu manis ini menghiasi gedung farmasi yang mulai dipenuhi anak-anak baru 2012 waktu itu.

Sudah masuk waktu dzuhur. Acara ditutup oleh yang paling tua lagi *gw maksudnya*. Lalu kami berjalan menuju Masjid Salman. Di sepanjang jalan, Naf ngobrol sama Syifa. Baru diketahui, ternyata nama lengkap Syifa adalah Khadijah binti xxxxxxx *lupa*.

“Trus, kata ‘Syifa’ darimana?”, tanya Naf.

“Ohh, itu karena Syifa punya penyakit auto imune, sehingga Abi kasih nama panggil ‘Syifa’”, begitu ceritanya.

Lanjut lagi, “itulah mengapa Syifa dari kecil sekolah di sekolah umum, bukan sekolah Islam. Karena tubuh Syifa tidak kuat jika harus belajar seharian dan punya activity banyak. Ibu Syifa yang selalu menemani Syifa. Waktu kecil, Syifa pernah koma. Kidney Syifa terganggu. Sekarang Syifa jadi lebih mensyukuri hidup”

Subhanallah.. perjuangannya.

Ketika mereka semua sholat dzuhur, Naf, Nadiah, Shabrina, dan Syifa makan di Gelap Nyawang. Black Romantic tepatnya. Sesampainya di sana, Syifa bingung.

“Ini kali pertama Syifa makan di rumah makan saat Ramadhan.” Ceritanya.

“Haaaah?? Emang di sana ga ada tempat makan yang buka?” tanya kami.

“Tidak ada. Semuanya tutup. Kalau ketahuan ada yang makan seperti ini, kita ditangkap.” Lanjutnya.

“waaaah.. Pantas daritadi Syifa terlihat tidak tenang. Takut ditangkap ya..? Ahahahaa..”

“Terus, gimana kalau orang yang sedang tidak puasa, mau makan?” tanya kami.

“Biasanya kami bawa makanan sendiri dari rumah.” Jawabnya.

Subhanallaaaah.. Jadi malu. Mana di gelap nyawang waktu itu rame banget. Ga kayak tahun-tahun sebelumnya. Banyak juga laki-laki yang makan di sana. Hmmm… Ada apa dengan ITB? Jadi mulai bertanya-tanya.

Setelah dari Salman, kami menuju Donatello, lalu berlanjut ke Pasar Baru. Di sana, Naf iseng tanya ke Afiqah, “Fiqah, kalau di Malaysia, ada tidak orang yang jual bra di tempat umum seperti ini?”

“Tidak ada, semuanya tertutup.”

Aih.. malunya..

Setelah puas belanja, Kami lanjut naik angkot. Tiba-tiba, ada pengamen anak-anak yang masuk angkot kami. Waktu itu penumpangnya hanya kami berlima.

“Bisa lagu apa?”, tanya Mira.

“Wali.”

“Oooh.. okay.” Jawab Mira.

“Mira tahu lagunya Wali?” Naf penasaran.

“Tak tahu. Ehehehe..” jawabnya.

Dan si anak tadi mulai bernyanyi, diiringi suara gitar yang ia mainkan sendiri. Kami tertawa semua.. Tersenyum.. Saling pandang satu sama lain. Hingga pandanganku sampai di wajah Afiqah. Ia tersenyum ke wajah anak itu, dan air matanya mengalir deras.

“Fiqah kenapa?” tanya Naf.

“Kasian.. Fiqah ingat adik Fiqah di sana..” jawabnya.

Dan kami pun tersenyum kembali.

Setelah selesai lagu ‘Wali’nya, ia mulai menyanyikan lagu kedua, atas request kami. *ehehehe…*

Panjang perjalanan angkot ini.. dan, sampailah kami di Daruttauhid! Sesampainya di sana, adzan maghrib berkumandang. Semua langsung menyantap Cilok dan Kentang Arab yang kami beli di dekat UPI. *ahaha, ternyata mereka doyan*

Ketika sholat tarawih, syifa bercerita lagi tentang dakwah di sana. *maklum, kami sedang dilarang sholat*

“iya, mutarabbi Syifa 3 tahun usia lebih tua dari Syifa. Jadi Syifa tak tahu harus jawab apa saat mereka tanya soal kawin. Ahahahaa…” ceritanya.

Subhanallah.. Naf malu lagi. Hebat anak ini.

“Sekarang hafalan Syifa sampai mana?” iseng nanya.

“Ah malu.. Syifa baru hafal 5 juz.” Jawabnya.

Eehehehe.. Malu, Syif? Apalagi awak? Hmmmm…

Setelah sholat tarawih, mereka makan di kantin. Naf dan Herafi *datang nyusul kami ke DT*, membawa Surabi dan Colenak ke merekaaa!! Dan mereka sukaaaa…!!! Wahahaa.. rasanya pengen ngejejelin mereka Cireng, Basreng, Cimol, Batagor, Siomay, dan masih banyak lagi.

Ya, banyak banget hal yang kami dapat dari mereka semua. Rasa “manis” dari setiap perjuangan dan pengorbanan itu, rasanya tidak se”manis” yang mereka rasakan. Apa kita sudah lupa rasanya? Itulah mengapa mungkin kita di sini masih suka mengeluh dan berkeluh kesah. Ada juga rasa “sedih” akan kezaliman masih kuat di dada mereka, sedangkan kita? Mungkin itu sudah biasa. Jadi kebal, tak berasa. Yang mungkin membuat kita semakin apatis, jauh dari idealis.

Aku malu.

Aug 5, 20122 notes

July 2012

1 post

Play
Jul 30, 2012

June 2012

2 posts

Apa sebab?

udabow:

“Tidak ada teman yang punya niat menyusahkan,

pun kalau ada, sebetulnya mereka yang sedang kesusahan…”

-bow

Suka kali awak dengan kalimat ini ;)

Jun 5, 20123 notes
Jun 5, 2012

May 2012

7 posts

“Jika kamu tidak tahu bagaimana nasib masa depanmu, maka terlalu sombong jika kamu menyerah sekarang!” —Just thinking about future.
May 28, 20121 note
Next page →
2012 2013
  • January 1
  • February
  • March
  • April
  • May
  • June
  • July
  • August
  • September
  • October
  • November
  • December
2011 2012 2013
  • January
  • February 9
  • March 7
  • April 8
  • May 7
  • June 2
  • July 1
  • August 7
  • September 4
  • October 2
  • November 2
  • December
2011 2012
  • January
  • February
  • March
  • April
  • May
  • June 11
  • July 15
  • August 8
  • September 2
  • October 1
  • November 3
  • December 2